dari semua yang dia tulis ada satu bagian yang gue suka banget , yaitu surat cinta dari angga , surat cinta yang ga sempet di kasihin seorang pemuja , dia keburu di panggil Tuhan .
check this guys !
Untukmu wahai gadis jinggaku.
Saat kamu membuka amlopku, aku tak tau pasti entah sedang apa dan dimana aku ini. Mungkinkah tengah mengudara ditengah indahnya langit biru atau berada ditengah sekumpulan makhluk Tuhan yang tak pernah kulihat sebelumnya . Yang pasti, bukan disana bersamamu, bukan ditaman kampus tempat kita berbincang, tidak tengah bersepeda membuntutimu dari belakang.
Maaf ku tak pernah berpamitan padamu sebelumnya, karena kutahu itu tak berarti bagimu. Ku pergi tuk mengejar mimpi, mimpi yang lain selain dirimu. Kuingin ketika ku kembali kau masih gadis jingga yang dulu, tapi entah kapan aku kembali tak ada yang tau pasti.
Tolong beritahu aku, bagaimana wujud kertas ini usai kau membacanya, basah karena tetes airmata ? atau tetap rapi dan kau lipat kembali sembari tersenyum lega, dengan sikap tabah seperti biasanya , perasaanmu yang tak dapat kugali. Sebenarnya aku tak suka ada disini, ditempat yang sama sekali tak kusenangi, tempat dimana aku tak bisa melihat jingga, melihat gadis jingga dengan sepedanya, tempat yang jauh darimu. Tapi biarlah aku pergi dari sini dari semua beban yang terasa menyesakkan dada, yang menghimpit jiwa. Aku sudah bosan hidup dililit selang, dipasung di ranjang, punya penyakit yang menyedihkan.
Hapuslah aku dari ingatanmu.
Aku yang membuntutimu dari belakang
Aku yang mengajakmu berbincang ditaman kampus
Aku yang bersamamu ketika makan siang
Aku yang membelikanmu cake dengan strawberry diatasnya
Aku yang kau balut lukanya saat terjatuh dari sepeda
Aku yang meniupkan harmoni saat kau bernyanyi
Aku yang mengumpulkan lima ratus biji saga dari halaman kampus untukmu
Aku yang menamaimu Gadis Jingga
Masih ingatkah kau ? semoga tidak…
Ingatlah aku yang tak berguna
Aku yang rambutnya berguguran seperti dedaunan
Aku yang hidungnya melelerkan darah berbau amis
Aku yang selalu menyedihkan
Aku yang selalu menjijkan…
Maaf ku tak pernah berpamitan padamu sebelumnya, karena kutahu itu tak berarti bagimu. Ku pergi tuk mengejar mimpi, mimpi yang lain selain dirimu. Kuingin ketika ku kembali kau masih gadis jingga yang dulu, tapi entah kapan aku kembali tak ada yang tau pasti.
Tolong beritahu aku, bagaimana wujud kertas ini usai kau membacanya, basah karena tetes airmata ? atau tetap rapi dan kau lipat kembali sembari tersenyum lega, dengan sikap tabah seperti biasanya , perasaanmu yang tak dapat kugali. Sebenarnya aku tak suka ada disini, ditempat yang sama sekali tak kusenangi, tempat dimana aku tak bisa melihat jingga, melihat gadis jingga dengan sepedanya, tempat yang jauh darimu. Tapi biarlah aku pergi dari sini dari semua beban yang terasa menyesakkan dada, yang menghimpit jiwa. Aku sudah bosan hidup dililit selang, dipasung di ranjang, punya penyakit yang menyedihkan.
Hapuslah aku dari ingatanmu.
Aku yang membuntutimu dari belakang
Aku yang mengajakmu berbincang ditaman kampus
Aku yang bersamamu ketika makan siang
Aku yang membelikanmu cake dengan strawberry diatasnya
Aku yang kau balut lukanya saat terjatuh dari sepeda
Aku yang meniupkan harmoni saat kau bernyanyi
Aku yang mengumpulkan lima ratus biji saga dari halaman kampus untukmu
Aku yang menamaimu Gadis Jingga
Masih ingatkah kau ? semoga tidak…
Ingatlah aku yang tak berguna
Aku yang rambutnya berguguran seperti dedaunan
Aku yang hidungnya melelerkan darah berbau amis
Aku yang selalu menyedihkan
Aku yang selalu menjijkan…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar